Edisi 13 Oktober 2026Tempat tinggal, tempat tumbuh.
← Rumah & KotaSewa

Tata krama tak tertulis di apartemen: lorong, lift, balkon, dan tembok tipis

Peraturan penghuni mengatur yang besar. Kenyamanan sehari-hari ditentukan oleh hal-hal kecil yang tidak pernah tertulis di mana pun.

Tata krama tak tertulis di apartemen: lorong, lift, balkon, dan tembok tipis
Foto: K / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Tinggal di apartemen berarti berbagi bangunan dengan ratusan orang yang tidak Anda pilih. Pengelola menyediakan tata tertib tertulis, biasanya soal jam renovasi, hewan peliharaan, dan pembuangan sampah. Tetapi yang paling sering menimbulkan gesekan justru hal-hal yang tidak diatur: suara, bau, dan cara menggunakan ruang bersama.

Suara menembus lebih jauh dari yang kita kira

Baca juga: Perpanjangan kontrak: kapan mulai bicara dan apa yang pantas dinegosiasikan

Dinding dan lantai apartemen jarang sekedap yang dijanjikan. Suara langkah dengan alas kaki keras, kursi yang digeser, dan pintu yang dibanting terdengar sampai unit di bawah dan di samping. Pada malam hari, ketika suara kota mereda, semuanya menjadi dua kali lebih jelas. Karpet di bawah meja makan, bantalan karet di kaki kursi, dan menutup pintu dengan tangan adalah kebiasaan yang nyaris gratis dan sangat dihargai tetangga.

Bau juga berjalan lewat lorong dan saluran udara. Memasak dengan bumbu kuat adalah hak setiap orang; menyalakan penghisap asap dan menutup pintu unit saat memasak adalah bentuk sopan santun yang sederhana.

Lift, lorong, dan balkon sebagai ruang bersama

Lift adalah tempat yang paling sering memunculkan kekesalan kecil. Menahan pintu terlalu lama, membawa barang besar pada jam sibuk pagi, atau membiarkan anak memencet semua tombol, semuanya terasa sepele sampai Anda yang terlambat ke kantor karenanya. Kalau harus mengangkut barang besar, pilih jam sepi dan beri tahu pengelola.

Lorong bukan perpanjangan unit. Sepatu, sepeda, kardus, dan kantong sampah yang diletakkan di depan pintu menyempitkan jalur yang pada keadaan darurat harus kosong. Balkon pun demikian: menjemur pakaian di pagar, menyiram tanaman sampai air menetes ke balkon bawah, atau merokok dengan asap yang masuk ke jendela tetangga adalah sumber keluhan yang paling umum.

Yang paling penting, kenali tetangga satu lantai. Bukan harus akrab, cukup saling tahu wajah dan nama. Keluhan yang disampaikan langsung dengan nada baik hampir selalu selesai lebih cepat daripada laporan ke pengelola, dan tetangga yang saling kenal lebih mungkin saling menjaga saat unit ditinggal mudik.

GD
Gita DirgantaraGita Dirgantara berkontribusi dua tulisan pada 2024, keduanya tentang renovasi rumah tua dengan anggaran terbatas. Ia mendokumentasikan proses pengelupasan cat lama di rumahnya selama berminggu-minggu sebelum menulis satu kalimat pun.