Ventilasi kamar mandi dan dapur: dua ruangan basah yang menentukan kelembapan seisi rumah
Uap yang tidak diberi jalan keluar akan mencari dinding.

Ketika sebuah rumah terasa lembap, pengap, dan berbau apak, penyebabnya jarang berasal dari ruang tamu. Ia hampir selalu berasal dari dua ruangan yang setiap hari memproduksi uap dalam jumlah besar: kamar mandi dan dapur. Memperbaiki ventilasi keduanya sering lebih efektif untuk kenyamanan rumah daripada menambah jendela di ruangan lain.
Uap harus keluar, bukan berputar
Baca juga: Meninggalkan rumah untuk mudik: daftar periksa agar pulang tidak disambut masalah
Kamar mandi di rumah tropis menerima air berkali-kali sehari, dan setiap kali itu dinding serta lantainya melepaskan uap selama berjam-jam. Kalau ruangan hanya punya lubang angin kecil di atas pintu, uap itu berputar ke dalam rumah dan mengendap di plafon, lemari, dan kasur. Jamur hitam di sudut plafon kamar tidur sering berawal dari kamar mandi di sebelahnya.
Prinsip renovasinya sederhana: beri uap jalan keluar langsung ke udara luar, serendah mungkin biayanya. Jendela kecil yang bisa dibuka ke arah luar adalah pilihan terbaik dan paling murah. Bila kamar mandi tidak menempel dinding luar, kipas penyedot yang dibuang melalui pipa ke atap atau ke dinding luar adalah pengganti yang layak. Kipas yang hanya membuang ke rongga plafon memindahkan masalah ke tempat yang lebih sulit diperbaiki.
Lantai kamar mandi yang cepat kering juga mengurangi uap. Kemiringan lantai yang benar ke arah saluran, saluran yang tidak tersumbat rambut, dan pemisahan area basah dan kering, sekalipun hanya dengan tirai, membuat ruangan kering jauh lebih cepat setelah dipakai.
Dapur: panas, uap, dan minyak
Dapur menghasilkan tiga hal sekaligus: panas kompor, uap masakan, dan partikel minyak. Ketiganya harus dibuang ke luar, bukan ke ruang keluarga. Di banyak rumah kecil, dapur justru paling tertutup karena ditempatkan di belakang, berbatasan dengan tembok tetangga.
Bila memungkinkan, buka dinding belakang dapur dengan jendela kisi atau roster yang permanen terbuka, dan letakkan kompor sedekat mungkin dengan bukaan itu. Penyedot asap membantu, tetapi hanya bila salurannya benar-benar dibuang ke luar; model yang hanya menyaring dan mengembalikan udara ke dapur tidak mengurangi uap sama sekali.
Perhatikan juga arah angin. Dapur yang bukaannya berada di sisi datangnya angin akan mendorong uap masuk ke rumah, bukan keluar. Idealnya udara masuk dari sisi rumah yang lain dan keluar melalui dapur, sehingga seluruh rumah ikut terbilas.
Dua ruangan ini kecil, dan renovasinya biasanya tidak mahal. Tetapi kelembapan yang mereka hasilkan menyebar ke seluruh rumah. Memperbaikinya di sumber adalah cara paling hemat untuk membuat rumah terasa kering sepanjang musim hujan.