Edisi 13 Oktober 2026Tempat tinggal, tempat tumbuh.
← Rumah & KotaTata Kota

Ruang hijau kota: mengapa taman kecil di dekat rumah lebih bernilai daripada taman besar yang jauh

Luas taman sering menjadi ukuran kebanggaan kota. Bagi warga, yang lebih menentukan adalah apakah ruang hijau bisa dicapai dengan berjalan kaki dalam hitungan menit.

Ruang hijau kota: mengapa taman kecil di dekat rumah lebih bernilai daripada taman besar yang jauh
Foto: D / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Ketika berbicara tentang ruang hijau, perhatian sering tertuju pada taman kota berskala besar: luasnya, fasilitasnya, keramaian akhir pekannya. Taman seperti itu penting, tetapi bagi kehidupan sehari-hari warga, taman kecil di ujung gang yang bisa dikunjungi setiap sore sering jauh lebih bermakna.

Alasannya sederhana: ruang hijau memberi manfaat terbesar ketika dipakai sering, dan orang memakai yang dekat. Taman besar yang harus ditempuh dengan kendaraan menjadi tujuan sesekali. Taman kecil yang terlihat dari jendela menjadi bagian dari rutinitas.

Baca juga: Apa yang membuat sebuah kawasan nyaman dijalani kaki, dan mengapa itu memengaruhi nilai hunian

Apa yang diberikan ruang hijau dekat rumah

Di tingkat lingkungan, ruang hijau menurunkan suhu sekitar karena pohon memberi bayangan dan tanah terbuka tidak memantulkan panas seperti beton. Ia menyerap air hujan dan mengurangi beban saluran saat hujan deras. Ia memberi anak tempat bermain yang terlihat dari rumah, memberi lansia tempat duduk dan bertemu, dan memberi orang dewasa alasan untuk keluar rumah tanpa tujuan membeli sesuatu.

Manfaat sosialnya sering diremehkan. Taman kecil adalah tempat tetangga bertemu tanpa harus diundang. Percakapan singkat di bangku taman adalah jenis hubungan yang membuat lingkungan saling kenal, dan lingkungan yang saling kenal cenderung lebih aman dan lebih tanggap saat ada masalah.

Mengapa taman kecil sering kalah

Taman lingkungan sulit dipertahankan karena tanahnya bernilai dan tekanannya datang dari segala arah: dijadikan lahan parkir, dibangun pos, atau pelan-pelan diambil untuk perluasan bangunan. Perawatannya pun sering tidak jelas siapa yang bertanggung jawab. Tanpa warga yang peduli, taman kecil mudah berubah menjadi lahan kosong yang ditumbuhi rumput liar dan sampah.

Di perumahan baru, pengembang umumnya diwajibkan menyediakan ruang terbuka hijau sebagai bagian dari fasilitas umum. Namun kualitas dan kelanjutannya bergantung pada bagaimana fasilitas itu diserahkan dan dirawat setelahnya. Calon pembeli berhak bertanya apa yang terjadi dengan taman itu setelah pengembang selesai.

Yang bisa dilakukan warga

Merawat ruang hijau tidak selalu memerlukan proyek besar. Menanam pohon peneduh di tepi jalan, menjaga lahan kosong tetap hijau alih-alih dibeton, dan menyepakati bersama bahwa sudut tertentu tidak dibangun adalah langkah yang bisa dimulai di tingkat RT. Beberapa pot di depan rumah yang dilakukan serentak satu gang sudah mengubah suasana.

Bagi orang yang sedang memilih tempat tinggal, keberadaan ruang hijau dalam jarak berjalan kaki layak masuk dalam pertimbangan, sejajar dengan akses dan harga. Pohon rindang di depan rumah tidak muncul di daftar spesifikasi, tetapi dirasakan setiap hari selama bertahun-tahun.

MK
Mira KusumoMira Kusumo bergabung pada 2024 dan sejak itu banyak menulis tentang sewa dan tata kota. Pengalamannya berpindah kontrakan delapan kali di satu kota yang sama menjadi dasar sebagian besar tulisannya tentang hak penyewa.