Edisi 13 Oktober 2026Tempat tinggal, tempat tumbuh.
← Rumah & KotaSewa

Hewan peliharaan di rumah sewa: izin, klausul, dan kerusakan yang pantas ditanggung penyewa

Kucing tidak membaca kontrak, tetapi Anda sebaiknya membacanya.

Hewan peliharaan di rumah sewa: izin, klausul, dan kerusakan yang pantas ditanggung penyewa
Foto: N / Wikimedia Commons (CC0)

Semakin banyak orang muda di kota tinggal bersama kucing atau anjing, dan semakin banyak pula rumah sewa yang kontraknya diam-diam melarangnya. Pertemuan dua kenyataan ini sering berakhir dengan dua cara yang sama-sama buruk: penyewa menyembunyikan hewannya dan hidup dalam cemas, atau pemilik menemukan hewan itu dan hubungan sewa memburuk seketika. Keduanya bisa dihindari dengan percakapan di awal.

Tanyakan sebelum, bukan setelah

Baca juga: Listrik di rumah sewa: membaca meteran, daya yang cukup, dan menghindari tagihan yang jadi sengketa

Larangan hewan di kontrak sewa biasanya ada karena pengalaman buruk sebelumnya, bukan karena pemilik membenci binatang. Bau yang menempel, lantai tergores, taman digali, atau tetangga yang terganggu adalah kekhawatiran yang masuk akal. Penyewa yang datang dengan jawaban atas kekhawatiran itu sering mendapat izin yang di kontrak terlihat mustahil.

Ceritakan hewan Anda dengan jujur: jenis, jumlah, kebiasaan, apakah sudah disteril dan divaksin, apakah terbiasa di dalam rumah. Tawarkan jaminan tambahan untuk kerusakan, atau pembersihan menyeluruh saat keluar. Kemudian minta izin itu ditulis sebagai tambahan kontrak, agar tidak bergantung pada ingatan dua orang bertahun-tahun kemudian.

Di apartemen, ada lapisan aturan kedua: tata tertib pengelola. Izin pemilik unit tidak otomatis berarti izin dari pengelola, dan pelanggaran tata tertib bisa berujung teguran kepada pemilik, yang kemudian berbalik kepada Anda.

Membedakan aus wajar dan kerusakan

Setiap hunian mengalami aus seiring waktu: cat memudar, lantai sedikit tergores, engsel mengendur. Itu bukan tanggung jawab penyewa. Kerusakan oleh hewan adalah hal yang berbeda: pintu kayu yang dicakar hingga serat kayunya terbuka, karpet yang berbau urine, kasa jendela yang robek, tanaman yang mati karena digali. Ini pantas ditanggung penyewa, dan pemilik berhak memotongnya dari jaminan.

Lindungi diri dengan foto saat masuk, dan dengan kebiasaan sederhana selama tinggal: pelindung di sudut pintu dan sofa, tempat kotoran yang dibersihkan setiap hari, kuku yang dipotong teratur. Jauh lebih murah mencegah daripada mengganti.

Terakhir, hormati tetangga. Anjing yang menggonggong setiap kali ditinggal, atau kucing yang berkeliaran ke halaman orang, adalah alasan paling umum izin dicabut. Hewan peliharaan di rumah sewa adalah soal kepercayaan antara tiga pihak: Anda, pemilik, dan orang-orang di sekitar. Kepercayaan itu dibangun di minggu pertama dan bisa runtuh dalam satu malam.

JP
Jaya PramestiJaya Pramesti mulai menulis untuk Rumah & Kota pada 2025 dengan tulisan tentang renovasi dapur yang sempat membengkak anggarannya. Sejak itu ia menyumbang tulisan tentang KPR, sewa, dan tata kota dengan gaya yang sama: berangkat dari kesalahan sendiri.